5 DESTINASI WISATA DAERAH TEMANGGUNG
Waduk yang dibangun pada tahaun 2010 dengan luas mencapai 4 hektar ini awalnya digunakan oleh penduduk sekitar sebagai sumber air ketika musim kemarau datang, namun kini dialih fungsikan menjadi tempat wisata.
Sekarang kawasan embung ini juga dijadikan sebagai bidang wisata agrobisnis dan agrowisata. Di bidang agrobisnis, potensi yang dikembangkan yaitu balai penelitian kentang dan agro industri kentang, serta pengembangan experience tourism saat musim tembakau.
Sedangkan bidang agrowisata, ada pengembangan mengenai penanaman stroberi dan sayuran atau yang disebut holtikultura. Selain itu, di dalam embung terdapat banyak sekali ikan, ketika ikan-ikan tersebut muncul, akan bagus sekali untuk objek fotografi.
LOKASI EMBUNG KLEDUNG
Lokasi embung ini berada di lereneg Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, tepatnya di Jalan Raya Parakan-Wonosobo, Area Sawah, Tlahap, Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
2. WISATA ALAM POSONG
Posong adalah lokasi wisata alam yang berada di Tlahab, dengan perintis pertama wisata Posong adalah Zuniyanto sebagai salah satu dari penggiat lingkungan hidup Komunitas Djogoreso desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada tahun 2009
SEJARAH WISATA ALAM POSONG
Kata "Posong" berasal dari dua kata, yaitu "pos" dan "kosong" yang sengaja dibuat oleh pangeran diponegoro pada zaman penjajahan untuk memancing pihak Belanda melakukan penyerangan di pos yang ternyata kosong.Wisata Posong berada di kaki gunung sindoro Pengunjung yang datang dapat menikmati matahari terbit dari ketinggian 1400 mdpl serta dapat melihat keindahan 8 gunung sekaligus, yaitu : Gunung Andong Gunung Sindoro, gunung sumbing, gunung sindork , gunung muria gunung merapi dan gunung telomoyo Untuk bisa menginap di Posong pengelola menyediakan fasilitas kemah dengan konsep soft adventure.
3.PASAR PAPRINGAN NGADIPRONO
SEJARAH PASAR PAPRINGAN
Pasar Papringan Ngadiprono atau Pasar Papringan adalah pasar tradisional unik yang berlokasi di Dusun Ngadiprono,Desa ngadimulyo,kecamatan kedu, kabupaten temanggung.. Pasar Papringan dibuka pada hari minggu wage dan Minggu pon mulai pukul 06:00 sampai dengan 12:00 WIB setiap bulannya. Dikatakan unik karena pasar ini digelar di bawah rerimbunan rumpun bambu, alat tukar menggunakan "uang keping bambu", dan hanya menjual makanan. Namun demikian, meskipun hanya buka dua hari, ternyata pengunjungnya cukup ramai, bahkan kadang ada pengunjung dari luar Temanggung datang ke pasar tersebut dengan alasan tujuan wisata, karena tempatnya yang asri dan sejuk.
4. WISATA ALAM SEWU
Wisata Alam Sewu di Ngadirejo Temanggung Jawa Tengah adalah salah satu tempat wisata yang berada di desa ngadirejo, kabupaten temanggung, provinsi jawa tengah, negara indonesia. Wisata Alam Sewu di Ngadirejo Temanggung Jawa Tengah adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari.
LOKASI WISATA ALAM SEWU
Area Sawah, Giripurno, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56255, Indonesia
5.CURUG SURODIPO
LOKASI CURUG SURODIPO DAN HARGA TIKET MASUK
Curug Surodipo terletak di Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Mereka buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB.
Harga tiket masuk Curug Surodipo adalah Rp 4.000 per orang. Tarif parkir motor adalah Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000. Biaya kemah plus tiket masuk adalah Rp 15.000.
Namun untuk kemah, kendaraan tidak akan ditaruh di kawasan wisata melainkan di area desa yang jaraknya tidak jauh dengan biaya penitipan Rp 5.000 per motor. Dari desa, pengunjung bisa naik ojek ke tempat wisata dengan biaya Rp 10.000 sekali jalan.
SEJARAH CURUG SURODIPO
Surodipo merupakan salah satu dari pengikut setia Pangeran Diponegoro. Beliau pernah dipercaya untuk menjadi panglima perang ketika hendak melawan tentara belanda pada tahun 1825-1830. Ketika terjadi perang Jawa , Surodipo pergi mengungsi ke daerah Wonoboyo.
Beliau anak buahnya (Pangeran Diponegoro). Beliau yang juga bangsawan dari Keraton Jogja pernah tinggal di sini dan namanya Surodipo,” kata Ketua Pokdarwis Desa Tawangsari dan salah satu anggota pengelola Obyek Wisata Curug Surodipo,
Dia melanjutkan, Surodipo sempat berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya tinggal di Desa Batur yang lokasinya dekat daerah Sungai Trocoh atau di bawah Curug Surodipo.
Lambat laun, Surodipo makin kaya dan desa semakin makmur. Kendati demikian, pada saat itu desa dihadang bencana banjir yang menghanyutkan permukiman warga.
“Dari masyarakat yang tersisa, mereka pindah ke bukit yang sekarang jadi Desa Tawangsari. Kenapa namanya Curug Surodipo? Untuk mengenang jasanya, air terjun ini dinamakan Surodipo,” jelas Danang.
Komentar
Posting Komentar